Koordinasi Dosen Pembimbing PPL

Guru adalah sebuah profesi. Oleh karenanya perlu adanya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pekerjaannya. Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai kampus pencetak tenaga pendidikan (baca: guru). Oleh karenanya, Fakultas Ekonomi (FE) Unnes menyelenggarakan koordinasi dosen pembimbing Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Bertempat di Laboratorium Akuntansi gedung C6 (24/3), FE Unnes mengadakan rapat koordinasi dosen pembimbing PPL. Acara dihadiri oleh semua dosen pembimbing FE Unnes. Koordinator dosen PPL FE Unnes adalah Dra. Harnanik, M.Si.

Acara dihadiri juga oleh dekan FE Unnes, Dr. Wahyono, MM. Beliau mengatakan perlu adanya koordinasi untuk menyamakan persepsi yang sama mengenai PPL. Jangan sampai, ada mahasiswa bertanya mengenai PPL, dosen pembimbing belum mengetahui informasinya, ujar Dr. Wahyono, MM.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Dra. Harnanik, M.Si. beliau memaparkan kegiatan mahasiswa PPL, tugas dan tanggung jawab dosen peer teaching, koordinator, serta pembimbing PPL. Beliau juga menyampaikan perbedaan format RPP menurut Permendikbud No. 814/2013 dan dan Permendikbud No. 103/2014, ujar Dra. Harnanik, M.Si.

Semoga melalui rapat koordinasi ini, diharapkan Unnes dapat menciptakan guru yang professional. Selain itu, mahasiswa PPL mampu mengajar sesuai dengan kompetensinya, dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada di sekitar lingkungannya.

source: http://fe.unnes.ac.id/15/?p=313

Anak Tukang Becak Itu Berangkat ke London

Jakarta (okezone.com)
– TAHUN lalu Raeni mendatangi lokasi wisuda dengan menumpang becak sang ayah. Hari ini, dia berpamitan untuk menempuh studi S-2 di London.

Ayah Raeni hanyalah pengayuh becak. Ketika lulus dari jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes), dia meraih indeks prestasi (IP) sempurna yaitu 4,00 dan IP kumulatif akhir 3,96.

Atas prestasi tersebut, Raeni pun diganjar beasiswa kuliah dari Presiden. Dia memilih Universitas Birmingham, London, Inggris, sebagai almamaternya. Ketika berpamitan untuk merantau selama setahun ke depan, kedua orangtuanya pun berpesan agar Raeni tekun belajar dan tidak lupa menjalankan salat lima waktu.

Rencananya, Raeni akan berangkat ke Inggris melalui bandara Soekarno Hatta malam ini. Satu kopor besar berisi pakaian dan satu tas punggung disiapkannya sebagai keperluan kuliah selama satu tahun.

“Persiapan utama adalah mental, karena akan berada jauh dari orangtua dan hidup sendiri di negeri orang,” kata Raeni.

Persiapan lain, imbuhnya, adalah ketahanan fisik karena cuaca dan iklim di Inggris berbeda dengan di Indonesia. Raeni pun harus mampu menyesuaikan diri agar tidak mudah sakit.

“Setelah studi satu tahun di Inggris, saya akan kembali ke Indonesia serta mengamalkan ilmu yang didapat dari sana,” imbuhnya.

Sementara itu, ayahanda Raeni, Mugiyono berpesan kepada anaknya agar tidak menyia-yiakan kesempatan yang berharga ini. “Tekun belajar, jaga kesehatan dan jangan lupa menjalankan salat lima waktu,” tutur Mugiyono.

Suasana haru terlihat saat Raeni berpamitan dengan kedua orangtuanya. Dia pun harus berlebaran di negeri orang dan jauh dari keluarga. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal turut mengantar Raeni ke Bandara Ahmad Yani, Semarang, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Inggris.

Hari Ini Raeni Peraih IPK 3,96 di Unnes Akan ke Inggris, Selamat Ya!

Jakarta (Detik.com) – Mata publik tertuju pada prosesi wisuda Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah pada pertengahan 2014 lalu. Seorang mahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,96 datang dengan kendaraan spesial yang diantar langsung oleh sang ayah.

Menjadi wisudawan atau wisudawati terbaik saja sudah menjadi sorotan, tetapi lengkap sudah momen Raeni (22) hari itu. Ayahnya yang bernama Mugiyono, seorang pengayuh becak, bersedia mengantar dia hingga kampus dari rumahnya di Kendal. Hari ini, Jumat (10/7/2015) Raeni pun akan terbang menuju Inggris.

“Saya akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan S2 di program Magister of Science in International Accounting and Finance di Birmingham University. Jadi linear dengan studi sarjana saya,” ujar Raeni saat berbagi cerita inspiratif dengan detikcom, Kamis (9/7) kemarin.

Dia akan segera menjemput mimpinya untuk berkuliah di negara tersebut. Sudah sejak lama dia menginginkan studi akuntansi di negara yang cukup memimpin di bidang ekonomi.

Raeni berangkat ke Inggris dengan beasiswa Presiden RI yang dikelola oleh LPDP dari Kemenkeu. Tahun lalu pun Raeni sempat bertemu langsung dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jadi beasiswa Presiden RI itu diberikan oleh siapa pun yang jadi Presiden. Walau pun tahun lalu masih Pak SBY dan tahun ini Pak Jokowi, namanya tetap beasiswa Presiden RI dan saya tetap dapat. Tapi saya tetap ikut tes administrasi dan lain sebagainya,” kata Raeni.

Orang tua Raeni akan mengantar sampai Bandara Ahmad Yani, Semarang. Raeni kemudian menuju Bandara Halim Perdana Kusumah untuk melanjutkan perjalanan ke Inggris.

“Mungkin tidak diantar pakai becak. Kebetulan sewaktu saya urus administrasi dan pelatihan segala macam, di Jakarta ada ‘orang tua angkat’. Jadi saya kalau ke Jakarta tinggal di rumah orang itu yang kebetulan asalnya juga dari Kendal,” kata Raeni.

Akhirnya satu lagi anak bangsa yang akan menjemput mimpinya untuk belajar ke negeri orang. Tetapi bukan berarti Raeni akan melupakan Tanah Airnya.

“Saya mau ambil studi yang linear supaya bisa jadi dosen. Jadi nanti apa yang saya dapat di sana bisa diajarkan di sini,” kata Raeni.

Tak lupa Raeni pun minta didoakan agar studinya berhasil dan dapat membawa manfaat bagi bangsa Indonesia. Semoga sukses dan selamat ya, Raeni!

Anak Tukang Becak Ini Sungkem Sebelum Lebaran, Berangkat Kuliah ke Inggris

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Raeni lulusan terbaik dari program bidik misi Universitas Negeri Semarang tahun 2014 lalu kini akan meraih cita-citanya dengan menempuh pendidikan S2 di Brimingham University, Inggris.

Jumat (10/8/2015) lalu dia diantar oleh orang tua dan kepala dinas pendidikan kendal berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Tepat pukul 15.30 dia sudah berada di ruang tunggu bandara untuk transit ke Jakarta terlebih dahulu.

“Tadi sudah sungkem dahulu sama bapak ibu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sengkem di rumah saat lebaran. Kali ini harus di bandara dan disaksikan para wartawan,” jelasnya saat dihubungi Tribun Jateng tepat sebelum keberangkatan.

Di saat mayoritas muslim di Indonesia menjalankan mudik, pulang ke kampung halaman, ia justru berangkat merantau ke negeri orang belajar di program Magister of Science di International Accounting and Finance.

Dia alumni S1 bidang akuntansi Unnes. Raeni, putri dari seorang tukang becak itu meraih beasiswa Presiden RI untuk berkuliah di Inggris.

Menggagas Lembaga Kearsipan Unnes

Tahukah Anda bahwa dulu Unnes bernama IKIP Semarang? Tahukah Anda bahwa lembaga ini dimulai dari kursus B-1 dan B-II? Tahukah Anda bahwa sebelum menjadi IKIP Semarang, IKIP berada di bawah naungan Universitas Diponegoro? Tahukah Anda, bahwa pada 1962 Indonesia pernah memiliki Institut Pendidikan Guru (IPG)?

Jika pertanyaan ini disampaikan kepada sesepuh, mereka akan bisa mengurainya panjang-lebar. Tapi, bagaimana jika pertanyaan itu ditujukan kepada dosen dan karyawan baru atau mahasiswa?

Metamorfosis Unnes sangat menarik dicermati. Mulai dari Middelbaar Onderwijzer A Cursus (MD-A) dan Middelbaar Onderwijzer B Cursus B (MD-B) atau Kursus B-I dan B-II, FKIP dan Sekolah Tinggi Olahraga (STO), IKIP (Semarang) cabang Yogyakarta, IKIP Semarang, dan Unnes. Tentu saja metamorfosis Unnes membentangkan story yang panjang. Namun, sejarah Unnes belum tentu, diketahui civitas academica. Oleh karena itu, Unnes membutuhkan lembaga kearsipan.

Penting dan Berguna

Lembaga kearsipan diperlukan untuk mengembangkan dan melayani informasi kearsipan dalam menunjang aktivitas universitas. Dengan diberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2009 dan Permendikbud Nomor 60 tahun 2012 tentang pengelolaan arsip dan dokumentasi serta informasi, maka perguruan tinggi dituntut memiliki lembaga kearsipan.

Aturan tersebut, menguatkan bahwa arsip itu “sakti”, karena memiliki nilai guna. Menurut Santen (1974) nilai guna arsip meliputi administrasi, hukum, keuangan, penelitian, pendidikan, dandokumentasi. Tidak hanya bagi lembaga, kerasipan juga penting bagi seseorang. Setiap orang pasti menyimpan arsip seperti KTP dan lainnya.

Anggapan yang tidak tepat, bahwa arsip adalah dokumen yang usang dan berumur. Padahal, definisi arsip adalah warkat (baca: dokumen) yang memiliki kegunaan atau informasi. Berarti, KTP itu arsip, karena memiliki nilai informasi. Namun, kebanyakan orang tidak mengatakan “arsip KTP” atau “warkat KTP” tetapi “KTP”. Menganggapnya, KTP bukan arsip. Mafhummukholafah-nya, yaitu orang yang biasa saja menyimpan arsip. Apalagi, lembaga yang maju, pasti menyimpan banyak warkat.

Unnes yang pernah menjadi pemenang layanan prima di lingkungan Kemendikbud (2013) seharusnya mampu memberikan layanan informasi kepada publik dan civitas academika, melalui lembaga kearsipan.

Fungsi Ganda

Selain untuk pelayanan, lembaga kearsipan digunakan untuk menyelamatkan arsip universitas sebagai sumberi nformasi, mengelola arsip statis, inaktif, dan mengembangkan teknologi informasi kearsipan. Selain itu, mengoptimalkan pelayanan informasi kepada pihak internal dan eksternal.

Orang boleh lupa, namun arsip tak pernah lupa. Keberadaan arsip di lembaga sangatlah penting. Sekecil apa pun informasi yang di dalamnya, lembaga sangat membutuhkan.

Sebagai penutup, saya mengutip pernyataan Presiden Panama, Ricardo J. Alfaro (1937), yaitu “Pemerintah tanpa arsip ibarat tentara tanpa senjata, ibarat dokter tanpa obat, ibarat petani tanpa benih, dani barat tukang tanpa alat. Arsip merupakan saksi bisu, tak terpisahkan, handal, dan abadi yang memberikan kesaksian terhadap kegagalan, pertumbuhan dan kejayaan bangsa”.

18 Mei adalah Hari Kearsipan. Pada waktu itu disahkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1971 tentang ketentuan pokok kearsipan. Selamat hari arsip yang ke-44. SemogaUnnes memiliki lembaga kearsipan yang kredibel dan berkualitas, sehingga mampu melayani publik dengan lebih baik.

– Agung Kuswantoro, dosen Fakultas Ekonomi, penulis buku E Arsip untuk Pembelajaran (2014)

source: http://unnes.ac.id/gagasan/penting-dan-berguna-menggagas-lembaga-kearsipan-unnes/

Pembekalan Wisudawan Jurusan Pendidikan Ekonomi Periode 2 tahun 2015

Jurusan Pendidikan Ekonomi menyelenggarakan pembekalan wisudawan/wati periode 2 tahun 2015, Acara yang akan dilaksanakan Rabu 10 Juni 2015 tersebut akan dimuali pukul 13.00 WIB – selesai, bertempat di rumah makan Tan Goei Semarang.

Dihadiri oleh calon wisudawan dan dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi pemberitahuan ini juga sekaligus sebagai undangan, dresscode : batik.

source: http://fe.unnes.ac.id/15/?p=280